اصلح نفسك ودعو غيرك

Sabtu, 30 April 2011

Kemenangan Berpihak Kepada Islam Di Tunisia


TUNISIA, 25 April – Pilihanraya di Tunisia baru-baru ini mencatatkan satu sejarah negara di Tunisia apabila Persatuan Peguam Muda yang lebih berpihak kepada Islam telah memenangi lapan dari sembilan kerusi yang dipertandingkan. Sumber dari badan undang-undang Tunisia telah mengatakan dalam “Quds Akbar” bahawa kemenangan besar yang berpihak pada Islam di Tunisia dalam pilihanraya Perstuan Muda Peguam membimbangkan banyak ahli politik di negara itu. Kemenangan ini membangkitkan lagi semangat dan terus menarik minat mereka dalam urusan politik Tunisia selepas berlakunya revolusi yang telah menggulingkan Presiden Ben Ali. Keputusan pilihanraya ini telah didominasi oleh golongan yang berpihak pada undang-undang Islam. Mereka juga mengambil peluang mengisi kekosongan yang telah ditinggalkan dari keputusan mahkamah tentang resolusi yang telah dimeterai dari Persatuan Parti Demokrasi Perlembagaan Negara, yang telah memerintah dari awal kemerdekaan sehingga hari ini. Sumber : Al-Mokhtasar

Isnin, 18 April 2011

Pekeliling Keselamatan Terkini Di Mesir


PEKELILING KESELAMATAN

1. Sila patuhi arahan keselamatan yang dikeluarkan oleh pihak Kedutaan Besar Malaysia Kaherah (KBMK).

2. Sila patuhi arahan perintah berkurung yang dikeluarkan oleh pihak Majlis Tertinggi Angkatan Tentera Mesir yang bermula jam 12 malam hingga 6 pagi. Namun, diminta untuk berada di dalam kediaman masing-masing selewat-lewatnya jam 10 malam.

3. Sentiasa membawa pasport dan pengenalan diri lain ketika keluar rumah, dan digalakkan membawa kad PMRAM bersama-sama.

4. Dilarang menyertai sebarang perhimpunan atau aktiviti yang berbaur politik.

5. Elakkan mengulas sebarang isu politik yang berlaku di Mesir dengan warga Arab tempatan.

6. Tidak digalakkan keluar seorang diri samada siswa atau siswi.

7. Pastikan kediaman dikunci rapi sebelum keluar.

8. Jangan terpedaya dengan dakwaan warga Arab tempatan sebagai “mabahis”.

9. Sebarang aktiviti PMRAM Cawangan, hendaklah diadakan di premis masing-masing, selepas merujuk kepada Lajnah Perancang PMRAM dan tidak dibenarkan dibuat di luar buat masa ini.

10. Sebarang masalah, boleh terus menghubungi nombor telefon Presiden PMRAM di talian +20113771841.

WANITA BERPAKAIAN TAPI TELANJANG

nilah yang kami sedihkan pada kaum wanita saat ini. Zaman sudah semakin
rusak. Perzinaan di mana-mana. Pornografi yang sudah semakin marak.
Bahkan hal-hal porno semacam ini bukan hanya digandrungi oleh orang
dewasa, namun juga anak-anak. Bahkan terakhir ini yang sudah membuat
kami semakin geram, tidak sadar-sadarnya wanita dalam berpakaian. Saat
ini sangat berbeda dengan beberapa tahun silam. Sekarang para wanita
sudah banyak yang mulai membuka aurat. Bukan hanya kepala yang dibuka
atau telapak kaki, yang di mana kedua bagian ini wajib ditutupi. Namun,
sekarang ini sudah banyak yang berani membuka paha dengan memakai celana
atau rok setinggi betis. Ya Allah, kepada Engkaulah kami mengadu,
melihat kondisi zaman yang semakin rusak ini.

Kami tidak tahu
beberapa tahun mendatang, mungkin kondisinya akan semakin parah dan
lebih parah dari saat ini. Mungkin beberapa tahun lagi, berpakaian ala
barat yang transparan dan sangat memamerkan aurat akan menjadi budaya
kaum muslimin. Semoga Allah melindungi keluarga kita dan generasi kaum
muslimin dari musibah ini.
Tanda Benarnya Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
صِنْفَانِ
مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ
الْبَقَرِ يَضْرِبُونَ بِهَا النَّاسَ وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ
مُمِيلاَتٌ مَائِلاَتٌ رُءُوسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ
لاَ يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلاَ يَجِدْنَ رِيحَهَا وَإِنَّ رِيحَهَا
لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ كَذَا وَكَذَا
“Ada dua golongan dari
penduduk neraka yang belum pernah aku lihat: [1] Suatu kaum yang
memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan [2] para
wanita yang berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka
seperti punuk unta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk
surga dan tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium selama
perjalanan sekian dan sekian.”
(HR. Muslim no. 2128)

Hadits
ini merupakan tanda mukjizat kenabian. Kedua golongan ini sudah ada di
zaman kita saat ini. Hadits ini sangat mencela dua golongan semacam ini.
Kerusakan seperti ini tidak muncul di zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa
sallam karena sucinya zaman beliau, namun kerusakan ini baru terjadi
setelah masa beliau hidup (Lihat Syarh Muslim, 9/240 dan Faidul Qodir,
4/275). Wahai Rabbku. Dan zaman ini lebih nyata lagi terjadi dan
kerusakannya lebih parah.
Saudariku, pahamilah makna ‘kasiyatun ‘ariyatun’

An Nawawi dalam Syarh Muslim ketika menjelaskan hadits di atas mengatakan bahwa ada beberapa makna kasiyatun ‘ariyatun.
Makna pertama: wanita yang mendapat nikmat Allah, namun enggan bersyukur kepada-Nya.
Makna
kedua: wanita yang mengenakan pakaian, namun kosong dari amalan
kebaikan dan tidak mau mengutamakan akhiratnya serta enggan melakukan
ketaatan kepada Allah.
Makna ketiga: wanita yang menyingkap sebagian
anggota tubuhnya, sengaja menampakkan keindahan tubuhnya. Inilah yang
dimaksud wanita yang berpakaian tetapi telanjang.< br />
Makna
keempat: wanita yang memakai pakaian tipis sehingga nampak bagian dalam
tubuhnya. Wanita tersebut berpakaian, namun sebenarnya telanjang. (Lihat
Syarh Muslim, 9/240)

Pengertian yang disampaikan An Nawawi di
atas, ada yang bermakna konkrit dan ada yang bermakna maknawi (abstrak).
Begitu pula dijelaskan oleh ulama lainnya sebagai berikut.
Ibnu ‘Abdil Barr rahimahullah mengatakan,

“Makna
kasiyatun ‘ariyatun adalah para wanita yang memakai pakaian yang tipis
yang menggambarkan bentuk tubuhnya, pakaian tersebut belum menutupi
(anggota tubuh yang wajib ditutupi dengan sempurna). Mereka memang
berpakaian, namun pada hakikatnya mereka telanjang.” (Jilbab Al Mar’ah
Muslimah, 125-126)

Al Munawi dalam Faidul Qodir mengatakan mengenai makna kasiyatun ‘ariyatun,

“Senyatanya
memang wanita tersebut berpakaian, namun sebenarnya dia telanjang.
Karena wanita tersebut mengenakan pakaian yang tipis sehingga dapat
menampakkan kulitnya. Makna lainnya adalah dia menampakkan perhiasannya,
namun tidak mau mengenakan pakaian takwa. Makna lainnya adalah dia
mendapatkan nikmat, namun enggan untuk bersyukur pada Allah. Makna
lainnya lagi adalah dia berpakaian, namun kosong dari amalan kebaikan.
Makna lainnya lagi adalah dia menutup sebagian badannya, namun dia
membuka sebagian anggota tubuhnya (yang wajib ditutupi) untuk
menampakkan keindahan dirinya.” (Faidul Qodir, 4/275)

Hal yang sama juga dikatakan oleh Ibnul Jauziy. Beliau mengatakan bahwa makna kasiyatun ‘ariyatun ada tiga makna.

*
Pertama: wanita yang memakai pakaian tipis, sehingga nampak bagian
dalam tubuhnya. Wanita seperti ini memang memakai jilbab, namun
sebenarnya dia telanjang.
* Kedua: wanita yang membuka sebagian anggota tubuhnya (yang wajib ditutup). Wanita ini sebenarnya telanjang.
*
Ketiga: wanita yang mendapatkan nikmat Allah, namun kosong dari syukur
kepada-Nya. (Kasyful Musykil min Haditsi Ash Shohihain, 1/1031)

Kesimpulannya
adalah kasiyatun ‘ariyat dapat kita maknakan: wanita yang memakai
pakaian tipis sehingga nampak bagian dalam tubuhnya dan wanita yang
membuka sebagian aurat yang wajib dia tutup.
Tidakkah Engkau Takut dengan Ancaman Ini

Lihatlah
ancaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Memakaian pakaian tetapi
sebenarnya telanjang, dikatakan oleh beliau shallallahu ‘alaihi wa
sallam,

“wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan
mencium baunya, walaupun baunya tercium selama perjalanan sekian dan
sekian.”

Perhatikanlah saudariku, ancaman ini bukanlah ancaman
biasa. Perkara ini bukan perkara sepele. Dosanya bukan hanya dosa kecil.
Lihatlah ancaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di atas. Wanita
seperti ini dikatakan tidak akan masuk surga dan bau surga saja tidak
akan dicium. Tidakkah kita takut dengan ancaman seperti ini?

An
Nawawi rahimahullah menjelaskan maksud sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa
sallam: ‘wanita tersebut tidak akan masuk surga’. Inti dari penjelasan
beliau rahimahullah:

Jika wanita tersebut menghalalkan perbuatan
ini yang sebenarnya haram dan dia pun sudah mengetahui keharaman hal
ini, namun masih menganggap halal untuk membuka anggota tubuhnya yang
wajib ditutup (atau menghalalkan memakai pakaian yang tipis), maka
wanita seperti ini kafir, kekal dalam neraka dan dia tidak akan masuk
surga selamanya.
Dapat kita maknakan juga bahwa wanita seperti ini
tidak akan masuk surga untuk pertama kalinya. Jika memang dia ahlu
tauhid, dia nantinya juga akan masuk surga. Wallahu Ta’ala a’lam. (Lihat
Syarh Muslim, 9/240)

Jika ancaman ini telah jelas, lalu
kenapa sebagian wanita masih membuka auratnya di khalayak ramai dengan memakai rok hanya setinggi betis?
Kenapa mereka begitu senangnya memamerkan paha di depan orang lain?
Kenapa mereka masih senang memperlihatkan rambut yang wajib ditutupi?
Kenapa mereka masih menampakkan telapak kaki yang juga harus ditutupi?
Kenapa pula masih memperlihatkan leher?!

Sadarlah, wahai saudariku! Bangkitlah dari kemalasanmu! Taatilah Allah dan Rasul-Nya!

Kelebihan Surah Al-Mulk

Kelebihan Surah Al-Mulk

Surah Al Mulk adalah surah keamanan dan keselamatan, kerana ia menyelamatkan pembaca-pembacanya dari siksa kubur. Sejarah telah membuktikan seperti yang berlaku di zaman Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam. Ibnu Abbas menceritakan:

"Pernah suatu ketika setengah para sahabat berkhemah di atas kubur. Mereka sebenarnya tidak menyangka tempat itu adalah kubur. Setelah beberapa ketika berada di dalam khemah, mereka tiba-tiba terdengar suara orang membaca Surah Al Mulk dari mula hinggalah akhirnya. Suara itu datangnya dari dalam tanah. Tahulah mereka, sebenarnya mereka sedang berkhemah di atas kubur. Kemudian hal itu diadukan kepada Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam lalu baginda bersabda yang bermaksud: "Surah Al Mulk adalah surah pelepasan kerana ia menghindar pembacanya dari azab neraka."

Meskipun begitu, Surah Al Mulk juga mempunyai kelebihan-kelebihan yang lain. Di sini penulis bentangkan sebahagian daripadanya sahaja. Diantaranya:

1. Abu Hurairah meriwayatkan hadis, katanya yang bermaksud:"Sesungguhnya di dalam Al-Quran itu, ada satu surah yang mengandungi 30 ayat, ia mensyafaat bagi lelaki yang membacanya. Maka selagi mana lelaki itu membacanya, selagi itu pula ia meminta ampun unutuknya. Surah itu ialah surah Al Mulk."

2. Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda yang bermaksud: "Surah Al Mulk itu memelihara dan menghindarkan pembacanya dari azab kubur."

3. Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda yang bermaksud: "Aku sungguh gembira, sekiranya orang mukmin sentiasa membaca surah Al Mulk sehingga seolah-olah surah itu tertulis di dalam hatinya."

4. Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda yang bermaksud:"Barangsiapa membaca surah Al Mulk setiap malam, diselamatkannya dari azab kubur."

5. Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda yang bermaksud: "Sesiapa membaca surah Al Mulk pada mana-mana malam, nescaya datang ke dalam kuburnya surah itu sebagai pengganti untuk bersoal jawab dengan Munkar Nakir.

6. Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda yang bermaksud:"Sesungguhnya di dalam Al-Quran ada satu surah yang terkandung 30 ayat. Surah itu ialah surah Al Mulk. Ia akan datang kepada pembacanya untuk membantu bersoal jawab dalam kubur sehinggalah mereka selamat masuk ke dalam Syurga."

7. Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda yang bermaksud:"Sebahagian surah-surah yang terdapat di dalam Al-Quran ada satu surah yang mengandungi 30 ayat. Surah itu surah Al Mulk. Ia memberi syafaat kepada orang yang membacanya dengan mengeluarkannya dari Neraka dan memasukkannya ke dalam Syurga."

8. Ulama berkata: "Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam tidak akan beradu melainkan setelah membaca surah As Sajadah dan surah Al Mulk."

9. Ulama berkata: "Sesungguhnya surah Al Mulk itu melepaskan pengamal-pengamalnya dari kena azab. Ia akan bersoal jawab pada hari kiamat di hadapan tuhan kerana menuntut kelepasan mereka yang mengamalkannya dari azab api Neraka."

10. Saiyidina 'Ali berkata: "Barangsiapa mengamalkan surah Al Mulk, nescaya dibawa ia pada hari kiamat di atas sayap malaikat serta wajahnya yang cantik seperti nabi Yusuf."

11. Ulama berkata: "Sesungguhnya surah Yasin dan surah Al Mulk terkandung di dalamnya beberapa rahsia dan kelebihan. Barangsiapa mengamalkannya nescaya ia mendapat rahsia-rahsia dan kelebihan-kelebihan itu serta dikasihi oleh semua manusia dan juga menjadi hebat pada pandangan makhluk."

12. Saiyidina 'Abdullah bin Abbas berkata: "Barangsiapa membaca surah Al Mulk sehingga menjadi amalan wiridnya, nescaya ia mendapat bantuan dan pertolongan dari Allah Subhanahu wa Ta'ala di dalam kuburnya. Bila azab hendak datang ke pihak kepala, terdengar satu seruan: "Tidak boleh engkau datang ke pihak kepala ini kerana ada surah Al Mulk."
Begitulah keadaanya bila azab itu pergi ke pihak kaki dan perutnya. Kerana semuanya mengandungi surah Al Mulk."




http://www.youtube.com/watch?v=SQmbq_YXp8s

Ahad, 10 April 2011

~kadang-kadang~

~roti arab asli kat bawah umah zuren..tiap2 hari lalu tp xbeli,,nape yep cik zuren..hehe~
~ammu kat qol'ah wat corak guna pasir tabur dalam botol..hm macam2..cantik dan unik~
~kuda mansyiah..sambil jalan2 ~
~antaranyer.. :) ~

WANITA DI SURGA BAGAIMANA KEADAANNYA ?

1. Wanita tidaklah perlu ditegur ketika mempertanyakan tentang balasan dan bentuk kenikmatan yang akan didapatkannya di surga, hal ini karena jiwa manusia umumnya sering memikirkan tempat kembalinya dan masa depannya. Terlebih Rasulullah saw. pun tidak menegur pertanyaan-pertanyaan para sahabat tentang keadaan surga dan apa yang ada di dalamnya. Mereka bertanya kepada Nabi: "Bagaimanakah bangunan surga itu ?", Rasulullah pun menjawab:

"Batu batanya dari emas dan batu bata lainnya terbuat dari perak …"(Hr. Ahmad dan Tirmizi dan disahihkan oleh al-Albani dalam al-Misykat, 5630)

Pada kesempatan lain, para sahabat bertanya kepada Nabi: "Wahai Rasulullah, apakah di surga nanti kami akan mendapatkan kembali istri-istri kami ?", Rasulullah saw. pun memberitahu bahwa hal itu akan mereka dapatkan. (Hr. Abu Nu'aim dalam Shifat al-Jannah dan disahihkan oleh al-Albani dalam Silsilah al-Ahadits al-Shahihah, 367).

2. Sesungguhnya jiwa manusia, baik laki-laki ataupun wanita sangat rindu dan senang ketika disebutkan tentang surga dan berbagai macam kenikmatan yang ada di dalamnya. Hal ini tentulah baik, namun dengan syarat hal ini tidak dijadikan hanya sekedar angan-angan yang sia-sia belaka tanpa diiringi dengan amal shaleh. Karena Allah SWT berfirman kepada orang-orang yang beriman:

"Dan itulah surga yang diwariskan kepada kamu disebabkan amal-amal yang dahulu kamu kerjakan."(Qs. Al-Zukhruf: 72)

3. Sesungguhnya surga dan segala kenikmatannya tidaklah dikhususkan untuk laki-laki saja sehingga wanita tidak mendapatkannya. Akan tetapi surga adalah untuk orang-orang bertaqwa:

disediakan untuk orang-orang yang bertaqwa, (QS. Ali Imran:133).

Dari dua jenis kelamin yang ada sebagaimana Allah SWT sudah mengabarkan kita tentang hal itu, Dia berfirman:

Barangsiapa yang mengerjakan amal-amal saleh, baik laki-laki maupun wanita sedang ia orang yang beriman, maka mereka itu masuk ke dalam surga …(QS. Al-Nisa':124).

Seorang wanita sepatutnya tidaklah menyibukkan pikirannya dengan banyak bertanya dan menyelidiki secara rinci tentang masuknya dirinya ke dalam surga akan diapakankah dirinya ? kemana akan dibawa pergi ? dan pertanyaan-pertanyaan lainnya, seakan dirnya akan menuju ke gurun pasir yang menakutkan. Cukuplah dirinya mengetahui bahwa hanya dengan masuk ke dalam surga ia akan terbebas dari segala penderitaan dan kesusahan yang menghampirinya dan akan menuju ke kebahagiaan yang terus-menerus dan kekekalan abadi. Cukuplah firman Allah SWT tentang surga:

Mereka tidak merasa lelah di dalamnya dan mereka sekali-kali tidak akan dikeluarkan daripadanya. (QS. Al-Hijr:48)

Dan firmanNya:

di dalam surga itu terdapat segala apa yang diingini oleh hati dan sedap (dipandang) mata dan kamu kekal di dalamnya. (QS. Al-Zukhruf:71)

Dan sebelum itu semua, cukuplah firman Allah SWT tentang penghuni surga:

Allah ridha terhadap mereka, dan merekapun ridha terhadapnya. …(QS. Al-Maidah:119)

5. Ketika mengingat Allah SWT karena kenikmatan-kenikmatan surga yang terdiri dari beraneka macam makanan, keindahan pemandangannya, tempat tinggalnya, dan pakaiannya, sesungguhnya semua itu adalah untuk kaum lelaki dan perempuan. Semuanya kelak akan menikmatinya. Akan tetapi persoalannya adalah sesungguhnya Allah SWT telah menjadikan laki-laki terpikat dan merindukan surga karena mengingat bidadari-bidadari dan wanita-wanita di surga, dan yang seperti itu tidak disebutkan untuk wanita. Karenanya para wanita pun bertanya apakah sebabnya ?

Jawabannya adalah: " Sesungguhnya Allah SWT berfirman:

Dia tidak ditanya tentang apa yang diperbuat-Nya, dan merekalah yang akan ditanyai. (QS. Al-Anbiya':23)

Namun demikian tidaklah mengapa mengetahui hikmah Allah SWT atas hal ini berdasarkan nas-nas syar'i dan kaidah-kaidah pokok ajaran Islam, karenanya pendapat saya:

1. Umumnya wanita mempunyai rasa malu, dan karena inilah Allah SWT pun tidak menjadikan mereka terpikat dengan apa yang mereka malu padanya.

2. Kerinduan seorang wanita akan laki-laki tidaklah seperti kerinduan seorang laki-laki kepada wanita sebagaimana sudah dimaklumi, karenanya Allah SWT pun menjadikan mereka merindukannya dengan mengingat wanita-wanita surga, sebagaimana sabda Rasulullah saw.:

"Tidaklah ada fitnah yang aku tinggalkan sesudahku yang lebih berbahaya daripada wanita bagi kaum laki-laki." (Hr. Bukhari dan Muslim)

Adapun wanita, mereka pun dijadikan oleh Allah SWT merindukan aneka perhiasan dari jenis-jenis pakaian bagus dan permata melebihi kerinduan laki-laki akan hal itu, karena ini termasuk hal-hal yang dikodratkan bagi mereka sebagaimana Allah SWT berfirman:

Dan apakah patut (menjadi anak Allah) orang yang dibesarkan dalam keadaan berperhiasan ... (QS. Al-Zukhruf:18)

" Syekh Ibn 'Utsaimin berkata: "Sesungguhnya Allah SWT menyebutkan isteri untuk suami, karena suamilah yang mencari mereka dan merekalah yang menginginkan wanita, sehingga disebutkanlah isteri-isteri untuk laki-laki di surga dan tidak menyebut sebaliknya. Dan ini bukanlah berarti bahwa wanita di surga tidak akan mempunyai suami, akan tetapi mereka kelak mempunyai suami dari jenis manusia juga." (Al-Majmu' al-Tsamin, 1/175).


~wanita syurga~


Ada empat ciri-ciri wanita penghuni SURGA

4 Wanita penghuni SURGA

1. Wanita yang selalu menjalankan perintah Allah dan wanita yang selalu . 2.Wanita yang selalu menutupu aib suaminya dan menjaga kehormatannya apabila suaminya bepergian.
3. Wanita yang Amanah, qona'ah dan yang sabar menghadapi suaminya.
4. Wanita yang tidak pernah menyakiti hati suaminya.

Apabila diantara wanita ada yang memiliki ciri-ciri seperti itu, maka wanita itu kelak akan menjadi penghuni SURGA.

QASIDAH AL MUHAMMADIYAH

kempen MENGINGATI KEMATIAN

kempen HARAM MEROKOK